Pengertian Sikap Tasamuh Serta Dalil, Fungsi dan Contohnya [Lengkap]

Pengertian Tasamuh – Salah satu sikap terpuji yang perlu dimiliki oleh seorang muslim adalah sikap tasamuh. Sikap ini perlu dimiliki jika kita hidup bermasyarakat.

Dengan adanya sifat tasamuh, masyarakat akan saling menghargai dan menghormati. Dengan sifat tasamuh, bentrokan dan kesenjangan antar tetangga dapat dihindari.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal lebih dekat tentang sifat tasamuh ini. Mulai dari pengertian, dalil, fungsi, dan contoh sikap tasamuh dalam kehidupan sehari-hari kita.

Langsung saja kita bahas satu per satu.

Pengertian Tasamuh

Secara bahasa, tasamuh ini berarti toleransi dan bermurah hati atau tenggang rasa. Sedangkan tasamuh secara istilah adalah saling menghormati dan menghargai antara manusia dengan manusia yang lain.

Secara umum, pengertian Tasamuh adalah salah satu akhlak terpuji dalam pergaulan, dimana terdapat rasa saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lainnya. Namun masih dalam batas-batas yang digariskan oleh ajaran islam.

Menurut KBBI, tasamuh atau toleransi adalah suatu sikap menghargai pendirian seseorang (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan kelakuan) yang berbeda dan bertentangan dengan pendirian kita sendiri.

Dalam sikap tasamuh dan toleransi ini, mengandung sifat-sifat lainnya. Misalnya saja sifat lapang dada, tenggang rasa, menahan diri, dan tak memaksakan kehendak kepada orang lain.

Sikap Tasamuh

Sikap Tasamuh

Sikap Tasamuh (sumber: romadecade.org)

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial bukan makhluk individu. Oleh karena itu, manusia tak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia lainnya. Disinilah pentingnya sikap tasamuh, agar tercipta rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama.

Ketika bermasyarakat dan bersosialisasi, tentu wajar apabila timbul beberapa percikan pertentangan dan permasalahan. Mengingat, masing-masing orang memiliki sifat dan tingkah laku yang berbeda-beda. Apabila tidak ditanggulangi dengan benar, tentu akan menjadi berbahaya.

Sikap tasamuh inilah yang menjadi solusi untuk menghindari kesalahpahaman dan pertentangan yang lebih besar di kemudian hari.

Dengan memiliki sikap tasamuh, kita akan menyelesaikan persoalan dengan pikiran yang dingin (tidak mengedepankan emosi) sehingga menghasilkan solusi terbaik.

Dalil Sikap Tasamuh

"Dalil

Dalam kehidupan sehari-hari, ada baiknya untuk kita sesama manusia saling bekerja bersama dalam kebaikan, saling menghargai, dan saling toleransi.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat doa dan penlanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Q.S. Al-Maidah: 2)

Dalam salah satu hadits, Rasulullah saw. mengharapkan agar umat muslim itu saling menghormati dan saling bersaudara.

Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari kesalahan, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.” (HR. Bukhari)

Dari hadits diatas, terdapat dua hikmah yang bisa kita ambil, yakni:

  1. Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, sepatutnya kita saling menjaga kehormatan dan martabat sesama saudara sendiri.
  2. Agar hubungan persaudaraan tetap terjaga dengan baik, maka Rasulullah saw. melarang umatnya untuk saling membenci, mendengki, memusuhi, mencela, mencari kesalahan, dan yang lainnya.

Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi Antar Umat Beragama

Dalam menjalin hubungan antar umat beragama, sikap tasamuh pun perlu kita tanamkan. Kita saling menghargai apa yang mereka yakini. Namun, sikap menghargai kita harus tetap sesuai dengan yang diajarkan oleh islam (tidak berentangan).

Sebagaimana telah Allah Ta’ala jelaskan dalam Q.S. Al-Kafirun ayat 1-6. Masing-masing agama memiliki cara ibadah yang berbeda. Kita tidak boleh memaksakan keyakinan kita kepada mereka.

Selain dalam surat Al-Kafirun ayat 1-6, beberapa ayat lain yang mencerimkan mengenai toleransi antar umat beragama ada pada surat Al-Kahfi: 29 dan surat Yunus: 40-41.

Semoga kita memiliki sifat tasamuh, sehingga kerukunan antar umat beragama bisa tercapai.

Manfaat Tasamuh

Dengan memiliki sifat tasamuh, tentu ada manfaat yang dihasilkan. Berikut beberapa diantaranya:

  • Mempererat persatuan dan kesatuan persaudaraan antar manusia.
  • Mengembangkan sikap menghargai dan menghormati serta tenggang rasa terhadap sesama manusia.
  • Menghindarkan diri dari tindakan kekerasan dan kekacauan.
  • Mempermudah kita dalam hidup bermasyarakat.
  • Meningkatkan derajat manusia didepan orang lain maupun di hadapan Sang Pencipta.
  • Menjaga dan menghormati hak dan kewajiban orang lain.
  • Menjaga norma-norma agama, sosial, dan adat istiadat setempat.
  • Menghadirkan kasih sayang terhadap sesama.
  • Menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap kehidupan di lingkungan masyarakat.

Fungsi Tasamuh

Setiap ajaran dalam agama Islam, tentu bukanlah tanpa sebab. Masing-masing memiliki hikmah maupun fungsi. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda:

“Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan orang mukmin satu kesulitan di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan kesulitan dia dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang menghadapi kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)

Hadits diatas menerangkan bahwa jika kita ingin menghilangkan kesulitan kita, maka bantulah orang lain untuk menghilangkan kesulitannya. Dengan memudahkan urusan orang lain, maka Allah Ta’ala akan memudahkan urusan kita.

Secara garis besar, berikut beberapa fungsinya.

  1. Memiliki banyak saudara.
  2. Urusan yang dilakukan menjadi lebih mudah.
  3. Kesulitan yang dihadapi mudah untuk diselesaikan.
  4. Suasana dengan orang lain menjadi lebih akrab dan saling menghormati.

Contoh Penerapan Sikap Tasamuh

Berikut beberapa contoh bagaimana tasamuh diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

  • Berlapang dada dan menerima semua perbedaan.
  • Memberikan kebebasan bagi orang lain untuk memeluk keyakinannya sendiri.
  • Menghormati orang lain yang sedang beribadah.
  • Tetap bergaul dan bersikap baik terhadap teman meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.
  • Tidak memaksa orang lain mengikuti keyakinan kita.
  • Tidak membenci dan menyakiti orang-orang yang berbeda keyakinan dengan kita.
  • Tidak mendiskriminasikan orang-orang, terutama dalam hal keyakinan.
  • Tidak mengganggu orang lain yang berbeda keyakinan saat mereka beribadah.

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai sikap tasamuh. Mudah-mudahan kita mampu memelihara sikap tasamuh ini dalam diri kita. Dengan begitu, kerukunan antar umat dapat tercapai.

Semoga bermanfaat dan Sampai Jumpa di Kesempatan Berikutnya.

Leave a Reply